Rabu, 30 Maret 2011

SNMPTN UNDANGAN: Pendaftar di Unila Capai 7.279 Siswa

Pendidikan Lampost : Kamis, 17 Maret 2011


BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan berakhir Selasa (15-3). Sebanyak 233.898 siswa SMA sederajat mendaftarkan diri dalam jalur ini dan 7.279 di antaranya mendaftarkan diri untuk diterima di Unila.

Berdasarkan data yang dimiliki Panitia Lokal SNMPTN di Provinsi Lampung, sejak dibuka 1 Februari lalu hingga hari terakhir, jumlah pendaftar secara nasional 233.898 siswa. Sebanyak 7.279 siswa mendaftarkan diri pada Unila. Mereka memperebutkan 788 kursi dengan tingkat persaingan 1 berbanding 10.

Ketua Panitia Lokal SNMPTN Undangan Hasriadi Mat Akin mengatakan jumlah ini merupakan data final karena pendaftaran secara nasional ditutup serentak pada Selasa (15-3) malam.

Dari tabulasi data juga diketahui dari 7.279 orang, 4.388 orang berasal provinsi Lampung, 1.833 (Sumatera Selatan), 257 (Sumatera Utara), 208 (Jawa Barat), 172 (Banten), 92 (DKI Jakarta), 80 (Bengkulu), 69 (Jambi), 54 (Sumatera Barat), 29 (Jawa Tengah), dan 22 (Kepulauan Bangka Belitung).

Selanjutnya, 21 dari Jawa Timur, 11 (Kepulauan Riau), 8 (DI Yogyakarta), 7 (Kalimantan Barat), 5 (Aceh), 3 (Sulawesi Selatan), 2 (Kalimantan Timur), 1 (Bali, dan 1 (Gorontalo). Dengan demikian Unila diminati oleh siswa dari 21 provinsi yang ada di Indonesia dari jalur SNMPTN undangan ini.

Berdasarkan data yang dikeluarkan panitia lokal SNMPTN, jumlah pendaftar SNMPTN undangan melalui program beasiswa Bidik Missi 2011 mencapai 2.171 pendaftar. Mereka adalah siswa miskin yang direkomendasikan sekolah dan mendaftar secara gratis.

Humas Panitia Lokal SNMPTN M. Komarudin menjelaskan pendaftaran berlangsung lebih dari satu bulan, sejak 1 Februari 2011 hingga 12 Maret 2011 dan kemudian Panitia Pusat memutuskan melakukan perpanjangan selama dua hari. Sehingga pendaftaran baru ditutup pada 15 Maret tepat tengah malam. MG14/S-2

Ia menjelaskan dalam proses registrasi oleh sekolah ada empat data yang harus diinput kepala sekolah saat mendaftarkan siswanya dalam SNMPTN undangan. Di antaranya, profil sekolah, data siswa, nilai semester satu hingga lima, dan data siswa tiap kelas secara paralel di sekolah yang mendaftar.

Menurutnya, berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan saat sosialisasi di Yogyakarta, satu kepala sekolah membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk memasukkan semua data yang menjadi persyaratan SNMPTN undangan. Dalam sosialisasi kepada kepala sekolah, terus Komarudin, pihaknya tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan. Akan tetapi, panlok juga akan memberikan penjelasan serta simulasi yang sudah di dokumentasikan dalam compact disk (cd), dan dibagikan kepada setiap sekolah.

jus buah strawberi

kompas.com - Jus buah stroberi bukan hanya segar dan sehat untuk dinikmati. Namun di balik kesegaran dan rasanya yang khas, stroberi juga bermanfaat bagi kesehatan mulut dan gigi.

Menurut peneliti dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rahmi Ayu Budi Amalia, jus stroberi memiliki kandungan zat-zat penting yang dapat membantu mencegah pembentukan plak gigi pemicu penyakit gigi dan mulut.

"Kandungan bahan pemanis alami berupa xylitol dan polifenol pada stroberi terbukti mampu mengurangi kolonisasi `streptococcus mutans` yang bisa menghambat aktivitas enzim sehingga mampu mencegah pembentukan plak," katanya saat memaparkan hasil penelitiannya di Yogyakarta, Senin (28/3/2011) kemarin.

Menurut hasil risetnya, kata Rahmi, konsumsi jus stroberi berpengaruh signifikan dalam menurunkan indeks plak gigi. Secara umum stroberi mengandung nutrisi seperti protein, lemak, karbohidrat, dan energi. Mineral potensial yang terkandung didalamnya adalah kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, potassium, selenium, vitamin C, dan asam folat.

"Stroberi juga terbukti memiliki aktivitas antioksidan dua kali lipat lebih tinggi dibanding anggur merah, lima kali lipat dari apel dan pisang, dan sepuluh kali lipat dari semangka," katanya.

Jadi, menurut dia, stroberi sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, termasuk mengurangi akumulasi plak gigi sehingga dapat mencegah penyakit gigi dan mulut.

Ia mengatakan, plak adalah penyebab utama yang memicu munculnya penyakit gigi dan mulut, diantaranya karies (gigi berlubang), calculus (karang gigi), gingivitis (radang pada gusi), dan periodontitis (radang pada jaringan penyangga gigi).

"Mengingat pembentukan plak merupakan proses yang tidak dapat dihindari, maka mengurangi akumulasi plak menjadi hal yang sangat penting dalam mencegah terbentuknya penyakit gigi dan mulut. Salah satunya dengan mengonsumsi jus stroberi," katanya.

Dengan meminum jus stroberi, rasa asamnya akan merangsang sekresi saliva dalam jumlah tinggi sehingga saliva menjadi lebih encer dan viskositas saliva pun menjadi lebih rendah.

"Akhirnya, plak gigi dapat dikurangi sehingga munculnya penyakit gigi dan mulut juga dapat dicegah," kata mahasiswi Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta itu.

jadwal penting SNMPTN 2011

Jadwal berikut merupakan jadwal-jadwal penting yang harus diketahui peserta SNMPTN 2011.

1 1 Februari – 12 Maret 2011 > Pendaftaran SNMPTN Jalur Undangan
2 21 Maret – 9 April 2011 > Proses Seleksi Pilihan I di PTN Masing-masing
3 15 – 16 April 2011 > Penetapan Hasil Seleksi Tahap I
4 18 April – 7 Mei 2011 > Proses Seleksi Pilihan II di PTN Masing-masing
5 13 – 14 Mei 2011 > Penetapan Hasil Seleksi Akhir SNMPTN Jalur Undangan
6 18 Mei 2011 > Pengumuman Hasil SNMPTN Jalur Undangan
7 31 Mei dan/atau 1 Juni 2011 > Pra Registrasi dan Registrasi SNMPTN Jalur Undangan
8 2 – 24 Mei 2011 > Pendaftaran SNMPTN Jalur Ujian Tertulis/Keterampilan
9 31 Mei – 1 Juni 2011 > Pelaksanaan Ujian Tertulis
10 3 – 4 Juni 2011 > Pelaksanaan Ujian Keterampilan
11 26 – 28 Juni 2011 > Penetapan Hasil SNMPTN Jalur Ujian Tertulis/Keterampilan
12 30 Juni 2011 > Pengumuman Hasil SNMPTN Jalur Ujian Tertulis/Keterampilan
13 Juli 2011 > Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Mandiri PTN

Rabu, 09 Februari 2011

Efek / Dampak Positif dan Negatif Mengkonsumsi Jeroan

Bagi sebagian orang, makan soto babat, sup lidah sapi, gulai otak, paru goreng, atau sate hati merupakan kenikmatan tersendiri. Namun, bagi sebagian orang lain, jeroan sering dianggap sebagai biang kerok berbagai penyakit, seperti jantung koroner, stroke, atau asam urat. Itulah alasannya mengapa jeroan ini sering dihindari dan ditabukan.

Benarkah jeroan harus dihindari ?

Jeroan adalah bagian-bagian organ dalam tubuh hewan yang sudah dijagal. Biasanya yang disebut jeroan adalah semua bagian, kecuali daging utama, otot, dan tulang. Tergantung budaya setempat, jeroan dapat dianggap sebagai sampah atau sebaliknya, justru sebagai bahan pangan yang mahal.


Di beberapa negara seperti Amerika, jeroan tidak biasa dikonsumsi manusia.Jeroan umumnya dibuang atau untuk pakan ternak karena dianggap membahayakan kesehatan. Namun, di beberapa negara Eropa, seperti Italia, Spanyol, Skotlandia, Yunani, Turki, dan Rumania, jeroan biasa diolah sebagai salah satu masakan tradisional yang menggugah selera. Di Inggris, jeroan biasa dimasak sebagai steik.

Di Jepang, jeroan ayam biasanya diolah sebagai campuran yakitori, yaitu sate berbahan dasar daging ayam diselang seling kulit, hati, jantung, atau ampela, yang dihidangkan bersama sake.


Di Brasil, ada menu bernama churrasco,berupa jantung ayam panggang dan feijoada, yaitu rebusan kacang merah atau kacang hitam dicampur daging dan jeroan sapi. Di Lebanon, jeroan sangat populer dibuat nikhaat, yakni otak kambing berbumbu sebagai isi roti.



Hati-hati hati !

Jeroan sendiri terdiri dari berbagai bagian yaitu hati, jantung, ginjal, lidah, usus, dan otak. Hati merupakan organ utama tubuh bagian dalam hewan. Senyawa beracunlebih banyak ditemui pada hati, dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Sebab, hati merupakan tempat untuk menetralkan racun di dalam sistem pencernaan tubuh.

Bila ingin mengonsumsi hati, sebaiknya dicuci berulang kali hingga bersih dan direbus sampai matang, baru diolah. Ini penting untuk mengurangi kemungkinan bahaya.

Hati ayam dan hati sapi berwarna merah agak kecokelatan, lembut, dan mudah hancur, tetapi bila dipanaskan akan mengeras. Jantung memiliki serabut, berukuran relatif kecil, lembut, dan berwarna merah kecokelatan.

Ginjal berwarna merah tua. Ginjal kambing memiliki satu cuping, sedangkan ginjal sapi dan lembu memiliki beberapa cuping.Ginjal hewan yang masih muda sangat lembut dan memiliki aroma khas, sedangkan ginjal hewan yang sudah tua lebih keras, terasa pahit, dan berbau amis menyengat.



Babat merupakan bagian perut hewan ruminansia, seperti sapi.Babat segar berwarna putih kelabu atau krem kehijauan. Di pasaran ada babat berwarna putih bersih. Warna tersebut didapat melalui proses bleaching (pemutihan) menggunakan bahan kimia sintetis. Bila tidak hati-hati bisa menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan.



Lidah berwarna merah jambu atau abu-abu.Umumnya diselimuti membran muskus yang tebal dan bertekstur kasar. Sebelum diolah, membran lebih dulu dihilangkan dengan cara mengulitinya. Lidah sapi jauh lebih besar dan tebal, beratnya 2-3 kg.



Usus merupakan organ pencernaan, bermula dari ujung lambung hingga anus. Usus terdiri dari dua bagian, yaitu usus kecil dan usus besar. Usus sapi berwarna merah kecokelatan, usus ayam kuning kecokelatan. Usus mudah rusak dan terkontaminasi penyakit lainnya. Bila tak segera dibersihkan dari sisa kotoran lebih dari 4 jam setelah disembelih, usus sudah tak layak dikonsumsi.

Otak merupakan jenis jeroan paling digemari. Teksturnya lembut berwarna putih keabu-abuan. Umumnya otak sapi dan kambing yang banyak diolah, menjadi gulai.

Cegah anemia

Secara umum, jeroan sangat banyak mengandung zat gizi, di antaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Vitamin utama yang banyak terdapat pada jeroan adalah B kompleks, terutama vitamin B12 dan asam folat.

Selain itu, hati juga kaya akan vitamin A. Mineral pada jeroan di antaranya zat besi, kalium, magnesium, fosfor, dan seng. Kandungan zat gizi per 100 g jeroan dapat dilihat pada Tabel 1.

Pada Tabel 1 dapat dilihat jeroan merupakan sumber protein hewani yang sangat baik dan lengkap karena mengandung semua asam amino. Meskipun dianggap sebagai junk food, nilai protein jeroan tak kalah dari daging daging sapi (20 g/100 g), daging lembu (16 g/100 g), ataupun daging babi (14 g/100 g).

Protein sangat dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan ataupun penggantian sel tubuh yang sudah rusak. Anggapan bahwa protein hanya dibutuhkan anak-anak tidaklah benar, sebab orang dewasa walau berhenti tumbuh memerlukan protein untuk pergantian sel.

Pelihara saraf

Jeroan juga sangat baik untuk memelihara sel-sel saraf agar berfungsi optimal. Kandungan vitamin B12 pada jeroan dapat mengurangi potensi gangguan sistem kerja sel-sel saraf, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya gangguan memori pada otak.

Jeroan juga sangat baik untuk mencegah anemia.Anemia diakibatkan kekurangan asam folat dan zat besi. Asam folat merupakan bahan esensial untuk sintesis DNA dan RNA yang penting untuk metabolisme inti sel, termasuk sel darah merah. Sementara itu, zat besi merupakan unsur penting dalam pembentukan sel darah merah.

Bila terjadi gangguan dalam pembentukan sel darah mesh, kadar hemoglobin (Hb) dalam darah tidak normal. Kondisi ini membuat fungsi Hb sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Akibatnya tubuh lemah, letih, lesu, dan muka pucat. Dalam kondisi semacam ini, mengonsumsi hati dan ginjal sangat dianjurkan mengingat kandungan asam folat dan zat besinya paling baik.

Kandungan seng dan vitamin A pada hati sangat baik untuk memelihara kesehatan jaringan epitel, termasuk endotelium pembuluh darah. Kedua zat gizi tersebut dapat membantu mencegah kerusakan pembuluh darah. Riset membuktikan vitamin A dan seng secara signifikan membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Imbangi dengan Sayur dan Buah

Meskipun jeroan baik, kandungan kolesterolnya sangat tinggi. Hal ini tentu sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang sudah berusia lanjut dan cenderung obesitas.

Salah satu strategi menyiasatinya adalah mengonsumsi jeroan bersama sayuran atau buah-buahan. Serat pangan pada sayuran dan buah sudah terbukti secara ilmiah dapat menurunkan kolesterol dalam darah.

Jeroan tidak aman dikonsumsi oleh penderita asam urat karena kandungan purinnya sangat tinggi. Salah satu penyebab penyakit asam urat adalah makanan tinggi purin.

Tubuh telah menyediakan 85 persen senyawa purin untuk kebutuhan tubuh harian, sehingga tambahan dari makanan hanya 15 persen. Masalahnya, seringkali konsumsi purin berlebihan, sehingga ginjal tak dapat mengatur metabolismenya dengan baik.

Makanan sehari-hari kita umumnya mengandung 600-1.000 mg purin. Bila menderita asam urat akut, disarankan kandungan purin dalam menu sehari-hari 100-150 mg.

Kandungan purin pada jeroan dapat dilihat pada Tabel 2. Bila kadar asam urat penderita lebih dari ukuran normal (di atas 7 mg/dl), dianjurkan menghindari jeroan. Bahkan, jika melebihi 10 mg/dl dibarengi dengan pembengkakan sendi, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang mengandung purin sama sekali, termasuk daging-dagingan.




Mengingat jeroan bermanfaat sekaligus berbahaya, sebaiknya jeroan jangan digandrungi, tetapi juga jangan dihindari, terutama bagi yang tidak menderita asam urat atau pun kolesterol tinggi. Konsumsilah jeroan secara bijak.bold

Segera dimasak

Selain itu, pilihlah yang masih segar, sebab jeroan mudah sekali rusak. Jeroan segar berwarna yang sama seperti ketika pertama kali dipotong, lembab dengan permukaan tidak berlumpur, beraroma segar, dan tidak terendam air. Hindari jeroan dengan ciri-ciri seperti tercantum pada Tabel 3 karena sudah mengalami kerusakan. Ciri-ciri jeroan yang telah rusak



Jeroan yang sudah dibeli hendaknya segera diolah. Gunakan air perasan jeruk nipis atau lemon untuk menghilangkan bau amis. Jika tidak segera diolah, masukkan jeroan ke dalam lemari pendingin, tetapi jangan lebih dari satu atau dua hari.

Penyimpanan jeroan harus dilakukan secara terpisah dari bahan pangan lainnya. Sebaiknya jeroan dibungkus dengan aluminium foil dan disimpan di dalam lemari pembeku (freezer) agar lebih tahan lama.

Sebaiknya jeroan tidak disajikan dengan cara disantan, digoreng, atau dipanggang karena kandungan lemaknya sudah sangat tinggi. Untuk mengurangi kandungan purin, lemak, dan kolesterol, proses perebusan dapat menjadi pilihan. Namun, air rebusan jangan ikut dikonsumsi.



Jeroan, terutama hati, juga baik digunakan sebagai campuran pada makanan balita karena besar manfaatnya dalam membantu proses pertumbuhan.


Diperlukan Ibu Hamil

Jeroan, terutama hati sapi, kaya akan kolin. Di dalam 3,5 oz hati sapi terkandung kolin sebanyak 532 mg, lebih banyak dari satu butir telur, yang hanya 282 mg.



Kolin berperan penting di dalam tubuh, khususnya untuk perkembangan fungsi otak. Hal ini berhubungan dengan fungsi kolin sebagai komponen asetilkolin yang berfungsi sebagai pengantar sinyal saraf.

Asupan kolin yang cukup akan membantu kerja sinyal saraf pada otak, sehingga dapat memperkuat daya ingat anak-anak dan bisa menghindari kepikunan di usia lanjut. Selain itu, asupan kolin yang cukup saat kehamilan mengurangi risiko kematian sel pada janin, yang berarti mengurangi risiko bayi cacat dan keguguran.

Penelitian Meck dan William (1999) merekomendasikan pemberian makanan kaya kolin dilakukan sejak umur janin 20-25 minggu. Sementara asupan kolin pada saat menyusui dilakukan untuk mendukung perkembanagan otak bayi secara optimal.

Penelitian Ladd dkk (1993) menganjurkan agar kolin juga dikonsumsi oleh mereka yang sedang dalam tahap pertumbuhan maupun kaum lanjut usia. Mereka yang berada pada usia produktif juga wajib mengonsumsi kolin untuk mempertahankan fungsi otak agar tetap bugar. Kolin juga dapat memperbaiki memori otak yang rusak akibat proses penuaan.

Powered By Blogger

Cari Blog Ini